dataNews.biz.id | Bangli, Bali – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim gabungan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bea dan Cukai, serta Polda Bali berhasil menggagalkan dugaan penyelundupan narkotika jenis hashish seberat 7,8 kilogram yang diduga melibatkan dua warga negara asing (WNA) asal Rusia di Kabupaten Bangli, Bali.
Pengungkapan kasus tersebut berlangsung di Dusun Kayang, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, pada Jumat (5/6/2026). Operasi ini berawal dari informasi yang diterima petugas terkait adanya koper yang diduga berisi narkotika dan dibawa oleh seorang penumpang asal Rusia berinisial KK (52).
Setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, KK diketahui melanjutkan perjalanan menuju Bali melalui jalur darat dan penyeberangan. Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk, KK dijemput oleh seorang pria berinisial SK (40), yang juga merupakan WNA asal Rusia.
Petugas kemudian melakukan pengawasan dan pengejaran terhadap SK yang diduga berusaha melarikan diri. Dalam proses tersebut, kendaraan yang dikendarai SK melaju dengan kecepatan tinggi hingga membahayakan pengguna jalan lainnya. Setelah dilakukan pengejaran, petugas berhasil menghentikan kendaraan dan mengamankan kedua terduga pelaku.
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menyampaikan bahwa dari hasil pengungkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa hashish dengan berat bruto sekitar 7,8 kilogram. Selain itu, turut diamankan sejumlah barang bukti lain berupa paspor, telepon seluler, dan satu unit kendaraan roda empat.
“Petugas telah mengamankan barang bukti narkotika jenis hashish seberat 7,8 kilogram beserta sejumlah barang bukti pendukung lainnya,” ujar Suyudi.
Saat ini BNN masih melakukan pendalaman dan pengembangan kasus bersama instansi terkait guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika internasional tersebut.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar.
(Red/BNN RI)



