datanews.biz.id – Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga pekan pertama Juli 2026, progres konstruksi proyek tersebut telah mencapai 78,5 persen, sementara proses pembebasan lahan tercatat sebesar 82,7 persen.

PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) menargetkan ruas tol sepanjang sekitar 62 kilometer itu dapat beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2027. Kehadiran jalan tol ini diharapkan menjadi jalur alternatif yang mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting maupun Jalan Tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ).

Berdasarkan keterangan resmi PT Jasamarga Japek Selatan melalui akun Instagram resminya, hingga minggu pertama Juli 2026 progres pembebasan lahan telah mencapai 82,718 persen, sedangkan progres pekerjaan konstruksi berada di angka 78,533 persen.

Pembangunan Tol Japek II Selatan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama menghubungkan ruas Sadang hingga Setu, sedangkan tahap kedua akan melanjutkan pembangunan dari Setu menuju Jatiasih.

Proyek strategis nasional ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Danantara Indonesia, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dengan semakin meningkatnya progres pembebasan lahan, pelaksanaan konstruksi diharapkan dapat terus dipercepat sehingga target operasional pada akhir 2027 dapat tercapai sesuai rencana.

Setelah resmi beroperasi, Tol Japek II Selatan diproyeksikan menjadi jalur alternatif bagi pengguna jalan dari Jakarta menuju wilayah Jawa Barat. Kehadirannya diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Layang MBZ yang selama ini menjadi jalur utama menuju kawasan timur Jakarta.

Selain meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat, jalan tol ini juga diharapkan mendukung distribusi logistik yang lebih efisien serta membuka akses menuju berbagai kawasan ekonomi baru di wilayah penyangga Jakarta dan Jawa Barat. (Mono/KM)