BEKASI || dataNews.biz.id – Jalan Tol Jakarta–Sadang atau Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan merupakan jalan tol yang sedang dibangun dengan menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta di Kota Bekasi dan Jalan Tol Purbaleunyi di Purwakarta, Jawa Barat.
Pelaksanaan pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan yang memiliki panjang 62 kilometer saat ini tengah dikebut guna pencapaian progres target pekerjaannya yang dicanangkan rampung 2027.
Pembangunan jalan Tol Japek II Selatan nantinya akan menghubungan Tol Lingkar Luar Jakarta di Jatiasih, Bekasi dengan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta.
Pemerintah pusat melalui Program Strategi Nasional (PSN) merencanakan pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan Tol Japek II Selatan dapat selesai pada tahun 2027 sesuai target perencanaan.
Sementara keberadaan jalan tol tersebut nantinya diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan dari Jakarta menuju Cikampek dari sisi Selatan bagi warga pengguna jalan tol.
Dengan perhitungan waktu tempuh perjalanan yang diprediksi lebih cepat dan singkat Jakarta-Bandung tentunya.
Dilansir dari halaman resmi data terkini Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, untuk Paket 1 yang menghubungkan Jati Asih – Setu sepanjang (7,25 Km) progres pembebasan lahan sudah 10,22 persen.
Dilanjut kemudian untuk Paket 2A Setu – Sukaragam (10,50 Km) progres konstruksinya sudah mencapai 65,98 persen dengan progres pembebasan laham 83,89 persen.
Sementara pada Paket 2B yang menghubungkan Sukaragam – Bojongmangu (13 Km) saat ini progres konstruksinya 62,04 persen dan untuk progres pembebasan lahan sudah 99,05 persen.
Dilanjut dengan catatan keterangan pada Paket 3 yang menghubungkan Bojongmangu – Sadang (31,25 Km) progres konstruksinya sudah mencapai 92,88 persen (8,50 Km) dan untuk progres pembebasan lahan 98,79 persen.
Tol Jakarta-Cikampek II Selatan merupakan salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting.
Selain menjadi jalur alternatif, kehadiran jalan tol ini juga diproyeksikan memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan Jabodetabek, memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui.




